on Sabtu, 12 Juni 2010

Sebenarnya merancang terminal hampir sama seperti merancang stasiun KA. Kebetulan saya pernah merancang sebuah stasiun KA. Banyak faktor yang harus diperhatikan. Harus diakui, bahwa orang-orang Indonesia kebanyakan bukan orang yang penurut dan tertib, apalagi orang2 yang ada di terminal rata2 masyarakat kelas bawah sampai menengah atas. Apalagi adanya sifat yang cenderung tidak menghargai dan memelihara lingkungan, jadinya banyak sampah, coret sana coret sini dan tindak kejahatan. Tapi itu semua hanya tingkah laku yang dibentuk dari ruang2 arsitektural. Sebagai contoh, orang datang ke terminal, di sana bisa seenaknya buang sampah sembarang, saat di bandara, apakah dia tetap berbuat seperti itu... Contoh lain, Stasiun Tanah Abang terlihat terawat bersih, padahal orang2 di sana rata2 berisi penumpang2 ekonomi dan bisnis...

Kriteria untuk merancang terminal kurang lebih sperti ini:

1. akses yang mudah dan welcoming
2. mendukung kelancaran sirkulasi penumpang atau pengunjung, termasuk kenyamanan di ruang tunggu, selain rasa aman yang diciptakan.
3. Skala yang disesuaikan dengan kapasitas penumpang dan jumlah armada/bis yang ada...
4. Visibilitas dan orientasi yang jelas bagi penumpang maupun staff terminal agar tercipta ruang gerak yang nyaman dan ruang kontrol bagi staffnya...
5. pencahayaan yang baik, untuk menciptakan perasaan positif di saat siang hari maupun malam hari.
6. Terminal terlihat menarik baik dari segi desain maupun public art yg ada.
7. tersedianya sarana dan prasarana yang penting maupun penunjang bagi pengunjung dan penumpang. seperti:
- informasi tujuan, keberangkatan, kepulangan dan tarif
- Toilet
- fasilitas pnyegar
- Fasilitas berbelanja
- ruang tunggu beserta tempat duduknya
- Loket tiket...

Sumber: www.yudistiros.co.cc